Awas Waspadalah Saat Membaca dan Memahami Buku Robert Kiyosaki

Bila Anda mendengar tentang buku Robert Kiyo saki, Anda mungkin akan memiliki pemikiran tentang buku Rich Dad Poor Dad ataupun Cashflow Quadrant yang memang menjadi karyanya yang mengguncang dunia.

Hingga saat ini, banyak orang yang masih tertarik untuk mengulas ataupun mengkritisi buku dari Robert Toru Kiyosaki yang merupakan seorang investor, pengusaha, penulis, sekaligus motivator.

Tidak mengherankan ketika ternyata buku ini masih sering menjadi bahan perbincangan hangat hingga saat ini karena banyak roang yang tertarik dan terinspirasi untuk menjadi seorang yang sukses sebagaimana yang dikisahkan dalam buku-buku tersebut.

Buku yang ditulis oleh Robert Kiyosaki seringkali mengajarkan tentang cara mendapatkan penghasilan pasif melalui investasi.

Hal ini rupanya cukup menarik sebagian orang yang membaca buku karya pengusaha sekaligus investor tersebut. Banyak orang yang bekerja sebagai pegawai dengan pendapatan yang bisa dibilang cukup bahkan lebih memilih untuk berhenti dan memutuskan untuk menjadi seoirang pengusaha dan berinvestasi.

Dalam bukunya, ia juga mengungkapkan pemikirannya tentang sekolah formal yang hanya bisa mencetak lulusan untuk menjadi seorang karyawan atau pegawai padahal untuk bisa mendapatkan kebebasan dalam hal keuangan dibutuhkan untuk seorang pemilik bisnis ataupun investor.

Pada salah satu buku Robert Kiyosaki yang bertajuk Rich Dad Poor Dad, Robert mengisahkan tentang seorang ayah dengan pendidikan tinggi namun miskin serta ayah temannya yang kaya raya meskipun ia hanya lulusan SMA.

Dalam kisah tersebut dijelaskan bahwa ayah miskin selalu memberikan nasihat kepada Robert untuk rajin belajar, menempuh pendidikan hingga tingkat yang tinggi, dan menjadi pegawai.

Hal ini berkebalikan dengan apa yang diajarkan oleh seorang ayah yang kaya yang mana ia selalu mengajarkan anaknya untuk selalu berani dalam mengambil resiko, membangun usaha, dan menjadi seorang investor ketika mereka telah lulus sekolah.

Dalam buku Cashflow Quadrant, Robert Kiyosaki memberikan pembagian empat karakter orang dalam mendapatkan penghasilan yaitu kuadran E (employee) yang bekerja pada pemilik usaha, S (self employed atau small business owner) yang dikenal sebagai wiraswasta atau pemilik usaha kecil, B (business owner) yang merupakan pemilik bisnis atau pengusaha, dan I (investor). Yang mana, dalam buku tersebut dijelaskan bahwa kita bisa bergerak ke kuadran yang lebih tinggi untuk bisa meraih keberhasilan dalam keuangan.

Banyak orang tertarik untuk merubah profesi atau pekerjaan mereka setelah membaca buku Robert Kiyosaki yang mana mereka sebelumnya menjadi karyawan di sebuah perusahaan ataupun pegawai negeri ingin berpindah untuk mencapai kuadran investor.

Pada posisi di kuadran investor, kita bisa mencapai kebebasan finansial dan kita pun bisa menikmati hidup bahkan pensiun dini. Ini pastinya bisa menjadi sebuah penawaran yang menarik untuk dilakukan. Banyak orang merasa bahwa buku karya Robert tersebut telah membuka wawasan tentang uang dan konsep keuangan.

i sisi lain, banyak orang yang mengkritisi tentang apa yang dituliskan Robert Kiyosaki dalam buku-bukunya. Beberapa tulisan menyebutkan bahwa kesuksesan yang diraih Robert sebenarnya baru bisa diraih setelah ia menjual buku-bukunya bukan dari usaha yang sebagaimana dituliskan dalam bukunya.

Bahkan, ada seseorang yang mengkritisi bahwa apa yang ditulsikan Robert Kiyosaki hanya merupakan tulisan dengan kata-kata motivasional yang sangat minim aplikasi praktisnya.

Beberapa orang dengan kondisi keuangan yang bisa terbilang