Competitive Strategy Buku Strategi Bisnis Karangan Michael Porter yang Fenomenal

Saat Anda mencari buku karangan Michael Porter, Anda mungkin akan menemukan buku Competitive Strategy yang telah melekat dalam ingatan sebagai kitab sucinya para pemikir strategi bisnis.

Dengan fenomenalnya buku ini maka tidak mengherankan ketika sang penulis yaitu Michael Porter juga dikenal sebagai dewanya strategi.

Penulis buku ini memiliki nama lengkap Michael Eugene Porter yang merupakan seorang pengajar yang ahli dalam bidang manajemen strategis. Latar belakang Porter dalam bidang ekonomi industri menjadi salah satu pijakan yang sangat tepat untuk memperdalam keilmuannya dalam bidang manajemen strategi.

Porter sendiri melalui bukunya dikenal dengan salah satu ajarannya yangs angat fenomenal yaitu five competitive forces analysis (analisis lima kekuatan kompetisi) yang mana ajaran tersebut telah menjadi sebuah rujukan yang sangat bagus.

Tentu saja, perjalanan Porter dengan manajemen strateginya bukanlah perjalanan yang mulus karena ia pun mendapatkan banyak kritikan dari banyak orang karena pendekatan yang digunakan Porter dalam melakukan analisis dianggap terlalu statis. Namun demikian, keberadaan buku karangan Michael Porter yang berjudul Competitive Strategy tetap menjadi pilihan yang sangat menarik dan penting untuk memperkaya keilmuan dalam bidang strategi.

GRATIS - 5 Buku Dahsyat tentang Ilmu Pengembangan Diri dan Motivasi Bisnis. Download sekarang.

Melalui bukunya tersebut, Porter mengembangkan konsep yang mengkaji mikro ekonomi dalam memperoleh lima kekuatan dalam penentuan daya tarik pasar. Kekuatan-kekuatan tersebut bisa mempengaruhi kemampuan dalam pelayanan pelanggan dan mendapatkan keuntungan yang semakin besar.

Ketika terjadi suatu perubahan dalam sebuah kekuatan, hal ini pastinya akan mengharuskan para perusahaan untuk menilai ulang terhadap pasarannya.

Dan teori persaingan dari Michael Porter untuk bisa dimanfaatkan dalam menganalisis persaingan. Ketika kebanyakan orang melakukan analisis tentang siapa yang menjadi pesaing langsung dari perusahaan sehingga mereka terjebak dalam orientasi kompetitor.

Hal ini tidak akan menjadikan perusahaan tersebut memiliki sebuah visi pasar yang jelas.

Teori strategi bersaing yang digambarkan Porter menyebutkan adanya beberapa pesaing potensial yang tercakup dalam lima kekuatan dalam penentuan karakteristik suatu perusahaan yang mencakup:

• Intensitas persaingan kompetitif
• Ancaman masuknya pendatang baru
• Daya atau kekuatan tawar pelanggan
• Ancaman produk-produk pengganti
• Daya tawar menawar dari pemasok

Dari kelima kekuatan tersebut, poin pertama yaitu intensitas persaingan kompetitif senantiasa menjadi fokus utama di kalangan para pemasar. Keberadaan intensitas persaingan ini bisa dipengaruhi oleh banyak aspek.

Namun, menurut Porter, analisis terhadap poin pertama tersebut tentu bukanlah satu-satunya cara menganalisis potensi pesaing karena masih ada empat kekuatan lainnya yang juga bisa berpengaruh pada strategi perusahaan.

Adanya ancaman yang masuk dari para pendatang baru juga menjadi salah satu faktor yang harus mendapatkan perhatian. Munculnya kekuatan ini biasanya dipengaruhi oleh adanya besar ataupun kecilnya hambatan yang masuk dalam sebuah industri.

Hambatan ini bisa berasal dari berbagai faktor seperti adanya besarnya biaya investasi, perijinan, akses pada saluran distribusi, ataupun faktor-faktor lainnya. Ketika hambatan yang muncul semakin tinggi, hal ini biasanya akan membuat ancaman yang masuk dari pendatang baru juga akan semakin rendah.

Kekuatan selanjutnya dalam strategi persaingan Porter adalah daya tawar menawar dari pelanggan atau pembeli.

Dari kondisi ini, Anda bisa melihat bahwa daya beli yang semakin tinggi biasanya juga diiringi dengan semakin banyaknya pilihan yang ada bagi pembeli sehingga hal ini akan membuat posisi pembeli juga menjadi semakin kuat. Potensi kekuatan selanjutnya adalah adanya produk-produk pengganti atau substansi.

Dengan adanya semakin banyak produk-produk pengganti yang ada di pasaran, hal ini pastinya juga akan memberikan hambatan ataupun batasan bagi pemain industri dalam penentuan harga jual produk yang dipasarkan.

Dan, kekuatan kelima dari Porter adalah adanya daya tawar menawar dari pemasok. Ketika jumlah pemasok menjadi semakin sedikit maka produk yang dipasok akan memiliki kedudukan yang semakin penting dan posisi tawarnya pastinya juag menjadi semakin kuat.

Faktor-faktor yang tercakup dalam lima kekuatan yang disebutkan Porter bisa masuk dalam kategori faktor eksternal yang mana hal ini bisa diartikan sebagai lingkungan bisnis yang menjadi pelengkap operasi perusahaan sehingga bisa memunculkan ancaman dan peluang.

Faktor eksternal sendiri terdiri dari lingkungan industri dan lingkungan bisnis makro.

Komponen yang termasuk dalam faktor eksternal adalah pemerintah, pemegang saham, pemasok, pesaing, pelanggan, serikat buruh, asosiasi perdagangan, dan komunitas lokal.

Keberadaan lingkungan bisnis makro tersebut biasanya terdiri dari kekuatan-kekuatan yang tidak memiliki hubungan langsung dengan aktifitas jangka pendek dari organisasi yang bersangkutan namun faktor tersebut seringkali memberikan pengaruh atas keputusan jangka panjang dari organisasi tersebut.

Setiap pelaku usaha hendaknya memahami tentang teori strategi bersaing dari Michael Porter ini sehingga mereka bisa menganalisis adanya kekuatan pesaing yang potensial bagi usaha yang dikelola.

Dengan mempelajari apa yang menjadi faktor-faktor kekuatan tersebut, hal ini akan memudahkan untuk memilah kondisi yang masuk dalam ancaman ataupun peluang bagi perusahaan dalam pencapainnya terhadap daya saing yang strategis.

GRATIS - 5 Buku Dahsyat yang akan Mengubah Nasib dan Masa Depanmu. Jangan di-klik Jika Anda Sudah Merasa SUKSES.