Hirarki Strategi Bisnis dalam Perusahaan – Strategi Korporat dan Strategi Bisnis

bagian-bagian dengan tugas dan keahlian tersendiri. Masing-masing bagian memiliki perencanaan dan teknik implementasi strategis yang berlainan, dengan indikator performa yang berbeda. Akan tetapi, semuanya tetap harus berpegang pada tujuan dan visi perusahaan yang seirama.

Hirarki strategi memiliki variasi dalam bentuk perusahaan yang berbeda. Berikut ini adalah hirarki strategi dalam perusahaan yang memiliki diversifikasi luas:

1. Strategi korporat (corporate strategy).
Ini adalah tingkat paling global dari suatu perencanaan strategi. Tahap paling awal dalam perencanaan strategi terjadi di sini, karena visi dan tujuan besar perusahaan diputuskan oleh pihak-pihak yang memiliki jabatan korporat.

2. Strategi Bisnis (business strategy).
Ini adalah tingkat kedua dalam hirarki strategi. Tahap lebih rinci dalam perencanaan strategi dilakukan di sini, dimana rencana strategis yang lebih rinci mulai disusun dan standar kinerja untuk masing-masing rencana strategis dibuat.

3. Strategi Fungsional (functional strategy).
Pada tahap ini, perencanaandan strategis dilakukan secara terpisah dan spesifik terkait fungsi-fungsi perusahaan yang berbeda. Fungsi-fungsi ini masing-masing memiliki indikator berbeda, misalnya fungsi manajemen, pemasaran, SDM (HR) dan seterusnya. Masing-masing fungsi dibuat sebagai pendukung dan pengawas jalannya implementasi rencana strategis.

4. Strategi Operasi (operating strategy).
Jika sudah sampai ke tahap ini, artinya rencana strategis sudah masuk tahap implementasi. Di sini, yang menjalankan adalah bagian-bagian oeprasional seperti wilayah produksi, pabrik atau berbagai departemen dengan fungsi berbeda. Dalam tahap ini, monitoring dilakukan oleh pihak-pihak di poin ketiga.
Masing-masing hirarki memiliki visi yang sama, yang dirumuskan dalam tujuan jangka pendek dan panjang perusahaan. Walaupun masing-masing memiliki cara kerja berbeda, semua aktifitas tetap harus berada dalam panduan visi dan tujuan bersama ini.

Hirarki strategi ini adalah yang ada di dalam perusahaan dengan diversifikasi atau bagian-bagian operasional yang luas. Modelnya agak berbeda jika untuk perusahaan dengan bisnis tunggal (single business company) walaupun secara esensi sama. Hal ini akan dijelaskan pada slide berikutnya.

Untuk perusahaan bertipe single business company, hirarkinya secara esensi sama, namun lebih sederhana. Dalam perusahaan dengan hanya satu badan tanpa badan korporasi (contohnya sebuah kantor lokal tunggal tanpa cabang), hirarki teratas bisa langsung berupa strategi bisnis tanpa harus mengembangkan strategi korporat.

Sebuah perusahaan tetap memiliki visi global, namun karena masih berupa sebuah single business, alur pelaksanaan rencana strategisnya menjadi lebih pendek.

Jika diurutkan, berikut tahapannya:

1. Strategi Bisnis (business strategy).
Dalam perusahaan tunggal yang tidak memiliki dewan corporate, atasan dan manajemen atas bisa langsung merumuskan strategi bisnis yang dapat langsung diimplementasikan ke tahap fungsional. Akan tetapi, perusahaan ini juga tetap memiliki visi, tujuan jangka panjang dan tujuan jangka pendek sebagai acuan untuk pelaksanaan rencana strategisnya. Visi ini menjadi patokan bagi pelaksanaan strategi di berbagai tahapan berikutnya.

2. Strategi Fungsional (functional strategy).
Di sini, strategi dilaksanakan oleh bagian-bagian fungsional seperti bagian pemasaran, manufaktur, SDM, keuangan, administrasi dan sebagainya. Pelaksanannya berhubungan langsung dengan urutan hirarki strategi selanjutnya.

3. Strategi Operasional (operational strategy).
Di sini, implementasi strategi dilakukan pada tahap pelaksanaan lapangan berupa proses produksi atau layanan langsung pada pelanggan dan konsumen. Dalam pelaksanaannya, bagian ini bisa langsung berhubungan dengan bagian fungsional, terutama bila perusahaan tersebut berukuran kecil atau masih bersifat lokal.

Tahapan hirarki strategi ini bisa menjadi bertambah rumit ketika perusahaan berkembang, bertambah besar dan membuka cabang sehingga membutuhkan diversifikasi fungsi agar bisa berjalan optimal. Ketika perusahaan mulai memiliki diversifikasi, saat itulah bentuk hirarti strategi pertama yang lebih rumit (slide sebelumnya) bisa dijalankan.

Akan tetapi, ketika masing-masing fungsi dijabarkan, semuanya tetap memiliki visi strategis, tujuan dan strategi tersendiri. Hal ini karena masing-masing memiliki perbedaan dalam hal aktiiftas dan metode pengukuran serta evaluasi hasil. Masing-masing fungsi ini memiliki rincian aktifitas dan tugas berbeda, namun semuanya tetap dalam satu jalur visi global yang menjadi tujuan pendirian badan perusahaan.

Pilih KAYA atau MISQIENN?

Dapatkan 5 Buku yg Sangat Mencekam tentang Cara Meraih Kekayaan dan FINANCIAL FREEDOM secara GRATIS!