Marketing in Venus dan Buku Teori Pemasaran Terbaik dalam Ilmu Marketing

Buku Marketing in Venus menjadi sebuah buku tentang teori pemasaran yang cukup fenomenal karena buku ini mengulas tentang trend pemasaran pada masa depan seiring dengan adanya perubahan pola perilaku konsumen.

Sang penulis buku ini adalah Herman Kertajaya yang merupakan seorang ahli dalam bidang pemasaran. Ia berhasil membalikkan anggapan pemasaran tradisional dengan memunculkan trend pemasaran baru dengan memberikan contoh-contoh kasus nyata pada beberapa perusahaan yang dibentuk dengan mengikuti prinsip Venus.

Ketika sebelumnya, setiap orang membicarakan tentang teori dan manajemen pemasaran maka mereka akan memikirkan seorang tokoh pemasaran yaitu Philip Kotler. Hal ini memang bukan hal yang aneh karena Kotler memang telah bergelut dalam bidang pemasaran dan teorinya sejak lama.

Buku dan karyanya yang menjadi salah satu karya yangs angat fenomenal dan seringkali dijadikan sebagai bahan rujukan dalam kajian kepustakaan pada berbagai penelitian di bidang yang terkait.

Pakar pemasaran ini pun ternyata cukup menaruh perhatian atas apa yang diungkapkan dan dijelaskan Herman Kertajaya dalam bukunya tersebut bahkan ia memberikan komentar atas pemikiran Herman yang tertulis dalam cover buku tersebut.

Buku ini terbit sebagai bentuk kumpulan materi seminar yang merupakan butir pemikiran dari seorang Herman Kertajaya yang terangkun dalam judul The Guiding Principles of Marketing in Venus. Sebagai pengantarnya, Herman mengulas tentang bagaimana keberhasilan perusahaan Nokia dalam meraih pangsa pasar Ericson yang akhirnya membuat perusahaan Ericson menjadi jatuh da akhirnya diakuisisi oleh Sony.

Salah satu kunci keberhasilan dari perusahaan Nokia adalah pada bagaimana perusahaan tersebut mengolah serta mengendalikan pola perilaku konsumen yang lebih manusiawi serta menempatkan teknologi yang melayani dan mengakomodasi manusia seutuhnya dan bukan teknologi canggih untuk kecanggihan sendiri. Hal ini bisa dilihat dari slogan ataupun jargon yang diusung perusahaan tersebut lebih terasa manusiawi dan emosional.

Bila sebelumnya karakter yang emo