Pilihan Jenis Strategi Generik dalam Bisnis

Jika sebuah perusahaan hendak melakukan perumusan rencana strategis, perusahan harus melakukan analisis industri dan persaingan dengan faktor-faktor yang telah dirumuskan di atas. Berikut adalah contoh poin-poin penting terkait perencanaan strategis serta persaingan yang harus diperhitungkan:

Karakteristik Ekonomi Dominan dari Lingkungan Industri. Hal ini menyangkut lingkungan ekonomi yang sifatnya makro seperti ukuran pangsa pasar dan tingkat pertumbuhannya, faktor geografis dan lokasi, jumlah serta ukuran kelompok pembeli dan penjual, tren inovasi teknologi serta laju perubahan atau perkembangan tren, pengaruh kurva pengalaman, kebutuhan akan modal dan sebagainya.

Analisis Persaingan. Seperti yang sudah digambakan dalam Porter’s Five Forces Analysis, faktor persaingan yang harus diperhitungkan adalah persaingan antar penjual, ancaman potensi rival, kompetisi terkait barang atau produk pengganti, kekuatan pembeli atau konsumen dan kekuatan supplier.

Posisi Persaingan antar Perusahaan.
Dalam persaingan, masing-masing perusahaan memiliki posisi terkait daya saing mereka. Ada perusahaan yang memiliki daya saing baik dengan berbagai sebab, dan ada perusahaan yang daya saingnya kurang baik juga dengan berbagai penyebab.

Analisis Kompetitor.
Penyusunan rencana strategis harus memperhitungkan tentang pergerakan strategis yang dilakukan kompetitor utama, termasuk menentukan siapa yang termasuk kompetitor utama dan apa alasannya.

Faktor-faktor Kesuksesan Utama Industri.
Hal ini terkait dengan faktor seperti bahan baku, kualitas produksi, kualitas SDM, pilihan strategi pemasaran dan distribusi, dan sebagainya yang vital dalam industri manapun.

Prospek Industri dan Daya Pikat Secara Keseluruhan. Hal ini terkait dengan faktor yang membuat suatu industri diminati oleh banyak pihak dan menentukan profit yang akan diperolehnya. Contohnya adalah faktor yang membuat suatu produk menarik di mata masyarakat atau malah sebaliknya (membuat produk jadi kurang menarik), industri yang bersifat unik (niche industry) dan faktor-faktor yang bisa menghambat prosesnya, serta potensi dari profit yang bisa diperoleh (apakah itu tinggi atau rendah).

Dari analisis ini, dapat dibuat sebuah bagan mengenai strategi kompetitif yang bersiat generik, yang dapat menjadi acuan bagi berbagai perusahaan untuk menentukan strategi terbaik dalam menghadapi persaingan, mendapat profit besar serta bisa meraih visi.

FIVE GENERIC COMPETITIVE STRATEGIES
Secara umum, ada 5 strategi kompetitif yang bisa dijadikan acuan bagi sebuah perusahaan untuk mencapai tujuan sesuai dengan kompetensi dan kondisi persaingan yang dihadapi pada saat itu. Kelima strategi tersebut berkaitn dengan 3 faktor besar yaitu biaya (cost), diferensiasi produk, serta segmen pasar (luas atau sempit/khusus).

1. Dalam bagan di dalam slide, Anda akan melihat bahwa semakin sempit pangsa pasar dan semakin rendah ongkos produksinya, maka strategi yang diambil akan semakin terfokus pada penekanan biaya produksi serta penggunaan modal seefektif mungkin sehingga bisa memberikan harga sangat murah (focused low cost strategy).

2. Jika pangsa pasar sempit namun strategi hendak ditekankan pada diferensiasi produk, maka diferensiasi produk yang diterapkan akan sangat difokuskan dan dibuat mendetail (focused differentiation strategy) sehingga benar-benar hanya membidik spesifikasi yang diinginkan pangsa pasar tertentu.

3. Jika pangsa pasar besar, sebuah perusahaan bisa menerapkan strategi ongkos produksi rendah (low cost strategy) jika diperlukan, terutama karena pangsa pangsa pasarnya cukup luas sehingga strateginya tidak terlalu terfokus seperti pada industri dengan pangsa pasar sempit.

4. Pangsa pasar besar juga memungkinkan untuk menerapkan strategi diferensiasi produk (differentiation strategy) yang tidak terlalu mendetail seperti pada industri yang pangsa pasarnya sempit.

5. Di tengah-tengah, ada strategi yang bisa dibilang paling ideal, yaitu strategi biaya terbaik (best costs strategy) dimana strategi ini mengambil semua yang terbaik dari strategi terkait biaya maupun diferensiasi produk.

Semakin sempit dan terfokus suatu pangsa pasar, maka semakin spesifik juga strategi yang diambil. Pasalnya, produsen dengan pangsa pasar yang sempit atau khusus memiliki tekanan lebih untuk membuat produk dengan spesifikasi khusus yang memang diminati oleh pangsa pasar tersebut, misalnya untuk produsen mobil sport mewah dengan semua fitur khusus yang pasti akan dicari oleh semua pembeli mobil semacam ini.